Korea Unggul 4-0 dari Timnas U19

Gelandang Timnas Korea Selatan U-19, Um Wong-sang, berambisi membawa kembali timnya ke Piala Dunia U-20.
Gelandang Timnas Korea Selatan U-19, Um Wong-sang, berambisi membawa kembali timnya ke Piala Dunia U-20.

Seetelah berpesta pada dua pertandingan awal Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 2018, timnas Indonesia akhirnya merasakan kekalahan perdana mereka ketika menghadapi tuan rumah Korea Selatan, Sabtu (4/11) siang WIB, di Paju Public Stadium.

Empat gol mampu dijaringkan Korsel ke gawang timnas U-19 kawalan Aqil Savik. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk skuat arahan Indra Sjafri yang bakal menghadapi Malaysia pada partai penutup Grup F.

Babak Pertama

Korea Selatan mendominasi laga pada menit-menit awal, barisan belakang Indonesia dipaksa menjaga fokus sejak laga dimulai. Serangan balik sempat dilancarkan Indonesia hingga memaksa Egy Maulana Vikri dijatuhkan di dekat kotak penalti dan wasit pun memberikan tendangan bebas, sayangnya eksekusi Saddil Ramdani tak menemui sasaran.

Gempuran Korsel ke pertahanan Indonesia akhirnya berbuah hasil pada menit 9′. Berawal dari serangan melalui sisi kanan pertahanan Indonesia yang dikawal Rifad Marasabessy, umpan silang yang diluncurkan pemain sayap Korsel gagal dijangkau Aqil Savik. Um Wonsang dalam kondisi bebas langsung menyabet bola dan mengoyak gol. 1-0.

Tuan rumah sejatinya bermain secara sederhana namun rapi, sementara lini tengah Indonesia masih kesulitan mencari ritme di lini tengah. Serangan balik dari Garuda Nusantara sesekali membahayakan pertahanan Korsel, terutama ketika duo bek sayap Indonesia Rifad dan Samuel Christianson maju untuk membantu serangan.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Indonesia kesulitan untuk keluar dari tekanan, meski ada beberapa peluang tercipta seperti yang didapat Hanis Saghara. Rachmat Irianto dan Nurhidayat Haji Haris dipaksa bekerja ekstra, tak ketinggalan kiper Aqil yang berulang kali melakukan penyelamatan brilian, menepis sundulan Oh Sehun dan Jeong Ho-jin.

Babak Kedua

Serangan Korsel berlanjut pada babak kedua, sementara Indonesia juga mencoba lebih berani dalam menyerang meski tak ada hasil. Gol kedua Korsel nyaris saja tercipta pada menit 53′, untung saja tendangan jarak jauh dari Jeon Se-jin masih membentur mistar gawang. Pada awal babak kedua, sisi kanan yang dihuni Samuel kerap dieksploitasi.

Hampir satu jam laga berjalan, Korsel akhirnya kembali menambah keunggulan. Pada gol ini, Korsel berhasil memanfaatkan keunggulan fisik mereka dengan skema umpan silang dari sisi sayap kiri, yang mudah saja disambut oleh Oh Sehun yang punya postur lebih tinggi ketimbang para pemain belakang Indonesia. 2-0 tuan rumah menjauh.

Petaka bagi Indonesia pada menit ke-61, ketika Aqil Savik malah memberikan bola kepada Samuel yang belum siap dan masih berada di area penalti sendiri. Hasilnya, bola tersebut diserobot dengan cepat oleh Um Wonsang dan pemain lincah itu pun mudah saja menaklukkan Aqil untuk kali ketiga pada laga ini sehingga skor menjadi 3-0.

Pelatih Indra Sjafri melakukan pergantian dengan harapan bisa mengubah keadaan, seperti memainkan Witan Sulaeman untuk mengisi lini tengah dan memainkan striker haus gol Rafli Mursalim. Tetapi, pada menit 78′ Korsel kembali menambah gol lewat Jeong Ho-jin — yang dengan cekatan menyambut bola rebound hasil tendangan bebas rekannya.

Aqil yang sudah kebobolan empat gol akhirnya digantikan oleh Pagliuca Rossy karena mengalami cedera. Indonesia terus berusaha memperkecil ketertinggalan, tapi para pemain Korsel begitu tenang dalam memainkan tempo dan bertahan. Skor empat gol tanpa balas akhirnya bertahan hingga pertandingan selesai.()

Sumber: Bola