Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong

Buku Bukan BMI Biasa.
Buku Bukan BMI Biasa.

Hongkong – Yanne Karsodiharjo, seorang BMI di Hongkong asal Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menulis buku menarik berjudul “Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong” yang diterbitkan Formaci Press. Buku pemilik nama lengkap Andayani tersebut sudah mendapat Internasional Standard Book Number (ISBN), Katalog Dalam Terbitan (KDT) dan barcode dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI pada pertengahan Mei 2017 lalu.

Pemimpin Redaksi Formaci Press Ahmad Ali Zainul Sofan menyambut baik karya perempuan asal Bojonegoro itu. “Saya menilai ini sebagai prestasi dunia. Ya, prestasi internasional lah. Penulis memang setor naskahnya bertahap mulai tahun 2016 lalu. Itu pun ada yang lewat WhatsApp dan Email. Jadi memang prosesnya hampir setahun,” ujar Sofan.

Dijelaskan dia, budaya literasi harus dihidupkan sejak dini kepada dan oleh siapa saja. “Mbak Yanne ini meski bekerja sebagai BMI, namun bisa meluangkan waktu untuk menceritakan pengalaman menjadi pekerja migran, juga berbagai dinamika di luar negeri. Kalau hanya ditulis di blog, Facebook maupun Instagram, saya kira hanya jadi tulisan biasa. Tapi kalau dijadikan buku, nah itu baru prestasi namanya karena sudah diakui ISBN dan datanya terindeks di London,” lanjut dia.

Secara teknis, kata dia, yang rekoso memang tim editor. “Ya karena naskah yang dikirim ke kami, bahasanya campuran, ada Indonesia, Jawa, Inggris dan kadang Hongkong. Tapi itu sudah dirapikan. Karena sesuai rencana, buku ini nanti akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan Hongkong,” jelas dia.

Sementara itu, secara terpisah Yanne Karsodiharjo mengatakan sangat senang ada penerbit yang mau membantu penerbitan buku karyanya. “Awalnya mungkin mustahil, tapi ya karena saya cicil sejak 2016, sedikit demi sedikit saya kirim lewat WA, ada yang lewat email, tapi alhamdulillah bisa terkumpul jadi buku,” ujar dia.

Yanne juga menandaskan, bahwa buku itu tentu masih banyak kekurangan dan butuh kritik dari pembaca. “Kalau memungkinkan nanti memang akan diterjemahkan ke Bahasa Inggris dan Hongkong. Mohon doa restunya,” beber dia. Ia berharap, adanya buku itu bisa mendorong para BMI untuk berkarya dan menaikkan derajat BMI agar tidak dipandang negatif oleh masyarakat. “Sekali ndeso tetap ndeso. Tapi kami ndeso yang punya prinsip dan harga diri,” tutup dia.()

Sumber: SuaraBojonegoro